Rabies: Penularan dan Gejalanya pada Manusia

Purwokerto, SMK CBM-Rabies adalah salah satu penyakit yang menular melalui hewan. Orang-orang yang suka memelihara hewan liar atau bekerja dengan hewan liar memiliki risiko yang lebih tinggi tinggi untuk tertular virus penyakit ini. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya meninggal dunia.

Pengertian Rabies dan Bagaimana Penularannya?

Rabies adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus rabies. penyakit yang bersifat zoonotik ini ditularkan melalui cakaran, gigitan, maupun air liur hewan yang terinfeksi. Virus ini akan menginfeksi sistem saraf perifer terlebih dahulu. Setelah itu, virus tersebut akan berpindah ke otak.

Peradangan pada otak akan terjadi saat sistem saraf terinfeksi oleh virus ini. Peradangan otak dapat berakibat pada koma atau bahkan kematian. Virus ini juga dapat menginfeksi jaringan otot. Jika jaringan otot terinfeksi oleh virus ini, maka kelumpuhan dapat terjadi.

Oleh sebab itu, anda harus berhati-hati saat berinteraksi dengan hewan, terutama hewan liar. Namun, tidak semua hewan liar dapat menularkan virus ini. Hewan-hewan yang umum membawa virus ini adalah kelelawar, rubah, kera, anjing liar, dan kucing liar. Meski demikian, semua hewan berdarah panas dapat menularkan virus ini.

Gejala-Gejala Rabies

Orang yang terinfeksi virus rabies akan menunjukkan beberapa gejala. Gejala rabies adalah:

  1. Demam
  2. Lemah otot
  3. Kesemutan
  4. Sakit kepala

Gejala di atas merupakan gejala awal. Keluhan-keluhan tersebut biasanya muncul pada minggu ke-4 hingga minggu ke-12 setelah tergigit hewan pembawa virus rabies. Jika tidak segera mendapat pertolongan, penderita akan menderita gejala yang lebih serius. Gejala tersebut dapat lebih cepat muncul jika gigitan terjadi pada area yang dekat dengan kepala dan lukanya dalam.

Baca juga: Juknis Lomba Open Cup BKC SMK CBM Purwokerto

Seseorang yang digigit atau dicakar anjing maupun hewan liar, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter sebelum gejala-gejala tersebut muncul. Dokter akan melakukan penanganan yang dapat mencegah virus menyebar ke otak dan meringankan gejala yang mungkin muncul.

Agar tidak tertular penyakit ini, anda sebaiknya menghindari kontak dengan hewan liar. Selain itu, jika anda memiliki hewan peliharaan, sebaiknya hewan tersebut divaksin terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *