SMK CBM Gelar Istighosah jelang Ujian Nasional

Isak tangis mewarnai acara istighotsah dan doa bersama yang dilakukan pelajar SMK Citra Bangsa Mandiri (CBM) Purwokerto Jumat (1/4/2019) di gedung olah raga sekolah setempat. Sebanyak 659 siswa hadir dalam acara yang digelar sebagai persiapan menjelang ujian tahun ini. Dalam acara doa bersama itu, para siswa tak kuasa menahan tangis saat memanjatkan doa kepada Alah SWT Tuhan Maha Esa. Mereka saling bepelukan membuat suasana semakin haru. Mereka tak kuasa menahan air mata.
Sebelum mengikuti Istighosah, para siswa diajak sholat duha dan sholat hajat berjamaah yang dipimpin imami oleh Guru Agama Islam. Saifudin,S.Pd.I. Di lanjutkan dzikir berjamaah dan tauziyah oleh AKP pujiono SH, MM
Kepala Sekolah SMK CBM Purwokerto Siti Rochaenah Widiarti mengatakan Istighosah digelar  sebagai bentuk persiapan anak-anak yang akan menempuh ujian baik UNBK, USBN dan UKK.
“Semua angkatan mengikuti kegiatan ini baik kelas 10, 11 dan 12. Ini adalah bagian usaha dari sekolah untuk mempersiapkan secara rohani dan mental agar tenang dalam mengahadpi ujian,” katanya
Widi berharap semua siswa nanti diberikan kemudahan dalam mengerjakan ujian, diberikan petunjuk sehingga bisa menghasilkan nilai yang diharapkan dan bisa menggapai apa yang dicita-citakan.
“Istighosah dan doa bersama ini juga untuk mendekatkan diri dengan Tuhan. Sebab, dalam sebuah kehidupan dan menjalani sesuatu itu tidak hanya butuh usaha keras. Sebagai manusia harus berusaha secara lahiriah dan batiniah,” katanya.
Saat doa bersama berlangsung Ustad Pujiono meminta siswa yang merupakan anak yatim maupun piatu untuk berdiri dipdepan panggung untuk memimpin doa Istighosah.
“Dengan dipimpin oleh anak yatim semoga doa kita terkabulmengingat doa nanak yatim itu mustajab,” katanya
Sabrina Oktavianingrum Kelas XII Keperawatan 1 mengaku terharu karena secara bersama memanjatkan doa kepada Sang Maha Agung yaitu Alloh Swt.
“Semoga di angkatan ini bisa mendapatkan nilai terbaik dan memuaskan. Kegiatan ini menjadi penyemangat lebih untuk terus berjuang, belajar keras dan istiqomah dalam beribadah dan berdoa,” katanya
 
Novinda  Dwi R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *